Dituduh Merencanakan Teror Bom di Mesir – Pengadilan Mesir telah menjatuhkan vonis penjara pada 30 orang terdakwa yang disebut sebagai simpatisan kelompok teroris pada Sabtu 30 Maret 2019.

Mereka disebut merencanakan suatu serangan bom bunuh diri yang tak terlaksana di satu gereja di kota Iskandariyah (Alexandria),

Mesir, dan beberapa dakwaan lain, kata pihak pengadilan.

Para pesakitan menerima vonis penjara beragam, antara 10 tahun hingga hukuman seumur hidup.

Sebanyak 18 terdakwa yang menerima hukuman seumur hidup diperkirakan akan mendekam setidaknya hingga 25 tahun, delapan orang dipenjarakan 15 tahun dan

empat orang dihukum 10 tahun, kata kepala pengadilan pidana Iskandariyah dalam sidang di Kairo.

Pihak berwenang mengatakan pada saat penangkapan, para terdakwa merangkum gagasan dari kelompok ISIS dan menerima pelatihan di luar negeri dan di Mesir, demikian seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/3/2019).

Dituduh Merencanakan Teror Bom di Mesir

Dituduh Merencanakan Teror Bom di Mesir

Sebanyak 20 terdakwa, yang tampil di pengadilan mengenakan pakaian penjara berwarna putih, tidak bereaksi menerima hukuman dan

belum ada komentar dari para penasehat hukum yang mewakili mereka. Sepuluh terdakwa yang lain dijatuhi hukuman in-absentia.

Serangan ke gereja belum terjadi, namun kelompok minoritas Kristen telah menghadapi serangkaian serangan

di Iskandariyah dan bagian-bagian lain di Mesir pada beberapa tahun terakhir.

Para terdakwa juga dituduh merencanakan peledakan sebuah toko minuman keras di kota Dimyath (Damietta),

Baca juga: Jakarta Bundaran Hotel Terintegrasi dengan MR

bergabung dengan kelompok terlarang, dan memiliki senjata dan bahan peledak.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di Iskandariyah dan Tanta,

Mesir pada April 2017 –yang menyebabkan 45 orang tewas.

Setelah berbulan-bulan berperang, kelompok teroris ISIS akhirnya kehilangan Baghuz, sebuah area di Suriah timur yang menjadi kantung pertahanan terakhir ‘kekhalifahannya’.

Meskipun itu merupakan pukulan telak, hilangnya daerah kantong kecil di dekat perbatasan Irak-Suriah itu bukan berarti aktivitas

kelompok tersebut tamat. Beberapa pihak menilai, ISIS masih mampu melakukan serangan mematikan di seluruh dunia.

Kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi dan afiliasinya terus aktif di berbagai negara, mengklaim serangan setiap hari melalui outlet propagandanya yang berplatform daring.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *