Fakta Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi – Aparat kepolisian kembali berhasil menangkap terduga teroris. Penangkapan itu terjadi usai penggerebekan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 Anti-Teror.

Terduga teroris ditangkap di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pelaku yang ditangkap adalah satu orang, namun ada dua orang lagi berhasil kabur dengan membawa peledak. Sayangnya, dua orang terduga teroris tewas karena meledakkan diri dan ditembak mati oleh petugas karena melawan.

Pelaku diduga merupakan jaringan teroris Lampung yang sebelumnya sempat melarikan diri saat pengerebekan di daerah Babelan, Kabupaten Bekasi.

Warga Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 Anti-Teror.

Fakta Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi -

Fakta Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi

Warga menyebut, penggerebekan di rumah toko itu terjadi pada Sabtu, 4 Mei 2019 dini hari.

“Sekitar jam 5 pagi, warga melihat ada keramaian dan saat dicek rupanya ada penggerebekan terduga teroris,” ujar Maryanto, warga setempat.

“Subuh ada puluhan petugas polisi dan sekitar jam 1 siang mereka meninggalkan lokasi,” ungkapnya.

Menurut Maryanto, awalnya ruko itu dimiliki warga yang biasa disapa Ki Opung. Sekitar beberapa bulan lalu, Ki Opung menjual ruko miliknya kepada Manin atau yang biasa disapa Mandor Patek.

Namun beberapa hari setelah pemilu, ada beberapa laki-laki dan seorang perempuan terlihat sering keluar-masuk ruko tersebut.

Baca juga: Kisah Korban Perdagangan Manusia di Nepal

“Warga tidak tahu aktivitas mereka karena dikenal sangat tertutup dan belum sebulan kalau tidak salah menempati ruko itu,” tandasnya.

Anggota Densus 88 Anti Teror juga dikabarkan menembak mati terduga teroris di sebuah rumah toko Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu dini hari.

Dari laporan sementara yang diterima Antara, dua anggota teroris yang ditembak mati. Salah satu terduga berinisial TR meninggal dunia dengan meledakkan diri di areal pemakaman keluarga saat akan dibekuk.

“Saat ini kasus ini dalam pengembangan oleh tim gabungan untuk didalami dan mencegah aksi kelompok tersebut,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Pelaku yang ditangkap adalah satu orang, namun ada dua orang lagi berhasil kabur dengan membawa peledak.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *